Kinandana's Blog

Just another WordPress.com weblog

beberapa artikel yang dipilih berdasarkan yang terbaik(menurut pendapat saya) April 23, 2010

Filed under: Uncategorized — kinandana @ 7:53 am

Daerah Istimewa Yogyakarta
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Yogyakarta beralih ke halaman ini. Untuk Kota yang bernama sama, lihat pula Kota Yogyakarta. Untuk kegunaan lain dari Yogyakarta, lihat Yogyakarta (disambiguasi).
“DIY” beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain dari DIY, lihat DIY (disambiguasi).
Daerah Istimewa Yogyakarta
Lambang”Amemayu Hayuning Bawana”
(Bahasa Jawa: Mengalir dalam hembusan alam)

Peta lokasi Daerah Istimewa Yogyakarta
Koordinat 8º 30′ – 7º 20′ LS
109º 40′ – 111º 0′ BT
Dasar hukum U.U.No 3/1950
Tanggal penting 4 Maret 1950
Ibu kota Yogyakarta
Gubernur Sri Sultan Hamengkubuwono X
Luas 3.185,80 km2
Penduduk 3.434.534 (2007)[1]
Kepadatan 1.078
Kabupaten 4
Kota 1
Kecamatan 78
Kelurahan/Desa 440
Suku Jawa (97%), Sunda (1%) [2]
Agama Islam (92.1%), Katolik (4.9%), Protestan (2.7%), Lain-lain (0.2%)
Bahasa Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia
Zona waktu WIB

Situs web resmi: http://www.pemda-diy.go.id
(?)

Daerah Istimewa Yogyakarta (atau Jogja, Yogya, Yogyakarta, Jogjakarta) dan seringkali disingkat DIY adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah di sebelah utara. Secara geografis Yogyakarta terletak di pulau Jawa bagian Tengah. Daerah tersebut terkena bencana gempa pada tanggal 27 Mei 2006 yang mengakibatkan 1,2 juta orang tidak memiliki rumah.

Provinsi DI. Yogyakarta memiliki lembaga pengawasan pelayanan umum bernama Ombudsman Daerah Yogyakarta yang dibentuk dengan Keputusan Gubernur DIY. Sri Sultan HB X pada tahun 2004.Daftar isi [sembunyikan]
1 Sejarah
2 Etimologi
3 Pemerintahan
3.1 Umum
3.2 Provinsi
3.3 Kabupaten/Kota
3.3.1 Pembentukan
3.3.2 Daftar Kabupaten/Kota
3.4 Daftar gubernur
3.5 Perwakilan
4 Perekonomian
5 Transportasi
6 Pendidikan
7 Budaya
8 Tempat Wisata Menarik
9 Hubungan Persaudaraan
10 Lihat pula
11 Pranala luar
12 Referensi

[sunting]
Sejarah
Artikel utama untuk bagian ini adalah: Sejarah Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogyakarta sebelum tahun 1945 dengan enklave-enklave Surakarta dan Mangkunagaran

Daerah Istimewa Yogyakarta adalah sebuah provinsi yang berdasarkan wilayah Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman. Selain itu ditambahkan pula mantan-mantan wilayah Kasunanan Surakarta Hadiningrat dan Praja Mangkunagaran yang sebelumnya merupakan enklave di Yogyakarta.

Pemerintahan Daerah Istimewa Yogyakarta dapat dirunut asal mulanya dari tahun 1945, bahkan sebelum itu. Beberapa minggu setelah Proklamasi 17 Agustus 1945, atas desakan rakyat dan setelah melihat kondisi yang ada, Hamengkubuwono IX mengeluarkan dekrit kerajaan yang dikenal dengan Amanat 5 September 1945 . Isi dekrit tersebut adalah integrasi monarki Yogyakarta ke dalam Republik Indonesia. Dekrit dengan isi yang serupa juga dikeluarkan oleh Paku Alam VIII pada hari yang sama. Dekrit integrasi dengan Republik Indonesia semacam itu sebenarnya juga dikeluarkan oleh berbagai monarki di Nusantara, walau tidak sedikit monarki yang menunggu ditegakkannya pemerintahan Nederland Indische setelah kekalahan Jepang.

Pada saat itu kekuasaan Kasultanan Yogyakarta meliputi:
Kabupaten Kota Yogyakarta dengan bupatinya KRT Hardjodiningrat,
Kabupaten Sleman dengan bupatinya KRT Pringgodiningrat,
Kabupaten Bantul dengan bupatinya KRT Joyodiningrat,
Kabupaten Gunungkidul dengan bupatinya KRT Suryodiningrat,
Kabupaten Kulonprogo dengan bupatinya KRT Secodiningrat.

Sedangkan kekuasaan Praja Paku Alaman meliputi:
Kabupaten Kota Paku Alaman dengan bupatinya KRT Brotodiningrat,
Kabupaten Adikarto dengan bupatinya KRT Suryaningprang.

Dengan memanfaatkan momentum terbentuknya Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Daerah Yogyakarta pada 29 Oktober 1945 dengan ketua Moch Saleh dan wakil ketua S. Joyodiningrat dan Ki Bagus Hadikusumo, maka sehari sesudahnya, semufakat dengan Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta, Hamengkubuwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan dekrit kerajaan bersama (dikenal dengan Amanat 30 Oktober 1945 ) yang isinya menyerahkan kekuasaan Legeslatif pada Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta. Mulai saat itu pula kedua penguasa kerajaan di Jawa bagian selatan mengeluarkan dekrit bersama dan memulai persatuan dua kerajaan.

Semenjak saat itu dekrit kerajaan tidak hanya ditandatangani kedua penguasa monarki melainkan juga oleh ketua Badan Pekerja KNI Daerah Yogyakarta sebagai simbol persetujuan rakyat. Perkembangan monarki persatuan mengalami pasang dan surut. Pada 18 Mei 1946, secara resmi nama Daerah Istimewa Yogyakarta mulai digunakan dalam urusan pemerintahan menegaskan persatuan dua daerah kerajaan untuk menjadi sebuah daerah istimewa dari Negara Indonesia. Penggunaan nama tersebut ada di dalam Maklumat No 18 tentang Dewan-Dewan Perwakilan Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta (lihat Maklumat Yogyakarta Nomor 18 Tahun 1946 ). Pemerintahan monarki persatuan tetap berlangsung sampai dikeluarkannya UU No 3 Tahun 1950 tentang pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta yang mengukuhkan daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman adalah bagian integral Negara Indonesia.

“(1) Daerah yang meliputi daerah Kesultanan Yogyakarta dan daerah Paku Alaman ditetapkan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta. (2) Daerah Istimewa Yogyakarta adalah setingkat dengan Provinsi.”(Pasal 1 UU No 3 Tahun 1950)[3][4]
[sunting]
Etimologi

Wilayah yang kemudian menjadi keraton dan ibukota Yogyakarta telah lama dikenal sebelum Sultan Hamengkubuwono 1 memilih tempat itu sebagai pusat pemerintahannya. Wilayah itu dikenal dalam karya sejarah tradisional (Babad) maupun dalam leluri dari mulut ke mulut. Babad Giyanti mengisahkan bahwa Sunan Amengkurat telah mendirikan dalem yang bernama Gerjiwati di wilayah itu. Kemudian oleh Paku Buwana II dinamakan Ayogya.[5]
[sunting]
Pemerintahan
[sunting]
Umum

Dasar filosofi pembangunan daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah Hamemayu Hayuning Bawana, sebagai cita-cita luhur untuk menyempurnakan tata nilai kehidupan masyarakat Yogyakarta berdasarkan nilai budaya daerah yang perlu dilestarikan dan dikembangkan. Dasar filosofi yang lain adalah Hamangku-Hamengku-Hamengkoni, Tahta Untuk Rakyat, dan Tahta untuk Kesejahteraan Sosial-kultural.
[sunting]
Provinsi

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta secara legal formal dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 3) dan UU Nomor 19 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 48) yang diberlakukan mulai 15 Agustus 1950 dengan PP Nomor 31 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 58).

UU Nomor 3 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai isi yang sangat singkat dengan 7 pasal dan sebuah lampiran daftar kewenangan otonomi. UU tersebut hanya mengatur wilayah dan ibu kota, jumlah anggota DPRD, macam kewenangan Pemerintah Daerah Istimewa, serta aturan-aturan yang sifatnya adalah peralihan.

UU Nomor 19 Tahun 1950 sendiri adalah revisi dari UU Nomor 3 Tahun 1950 yang berisi penambahan kewenangan bagi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Status Yogyakarta pada saat pembentukan adalah Daerah Istimewa setingkat Provinsi. Baru pada 1965 Yogyakarta dijadikan Provinsi seperti provinsi lain di Indonesia.
[sunting]
Kabupaten/Kota
[sunting]
Pembentukan

Pembagian Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten -kabupaten dan kota yang berotonomi dan diatur dengan UU Nomor 15 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 44) dan UU Nomor 16 Tahun 1950 (Berita Negara Tahun 1950 Nomor 45). Kedua undang-undang tersebut diberlakukan dengan PP Nomor 32 Tahun 1950 ( Berita Negara Tahun 1950 Nomor 59) yang mengatur Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kabupaten-kabupaten:
Bantul beribukota di Bantul
Sleman beribukota di Beran
Gunungkidul beribukota di Wonosari
Kulon Progo beribukota di Sentolo
Adikarto beribukota di Wates
Kota Besar Yogyakarta

Sebelum (1945)

Dengan alasan efisiensi, pada tahun 1951, kabupaten Adikarto yang beribukota di Wates digabung dengan kabupaten Kulon Progo yang beribukota di Sentolo menjadi Kabupaten Kulon Progo dengan ibu kota Wates. Penggabungan kedua daerah ini berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 1951 (Lembaran Negara Tahun 1951 Nomor 101). Semua UU mengenai pembentukan DIY dan Kabupaten dan Kota di dalam lingkungannya, dibentuk berdasarkan UU Pokok tentang Pemerintah Daerah (UU No 22 Tahun 1948).

Selanjutnya, demi kelancaran tata pemerintahan, sesuai dengan mosi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 6/1952 tertanggal 24 September 1952, daerah-daerah enclave Imogiri (milik Kasunanan), Kota Gede (juga milik Kasunanan), dan Ngawen (milik Mangkunagaran) dilepaskan dari Provinsi Jawa Tengah dan kabupaten-kabupaten yang bersangkutan kemudian dimasukkan ke dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan kabupaten-kabupaten yang wilayahnya melingkari daerah-daerah enclave tersebut.

Sesudah (2007)

Penyatuan enclave-enclave ini berdasarkan UU Darurat Nomor 5 Tahun 1957 (Lembaran Negara Tahun 1957 Nomor 5) yang kemudian disetujui oleh DPR menjadi UU Nomor 14 Tahun 1958 (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Nomor 1562).
[sunting]
Daftar Kabupaten/KotaNo. Kabupaten/Kota Ibu kota
1 Kabupaten Bantul Bantul
2 Kabupaten Gunung Kidul Wonosari
3 Kabupaten Kulon Progo Wates
4 Kabupaten Sleman Sleman
5 Kota Yogyakarta -

[sunting]
Daftar gubernurNo. Foto Nama Dari Sampai Keterangan
1. ISKS Hamengkubuwono IX 1945/1950 1988 Masa jabatan seumur hidup,
pegawai negara dengan NIP 010000001.
2. KGPAA Paku Alam VIII 1988 1998 Wakil Gubernur,
melaksanakan tugas Gubernur dalam jabatan Penjabat Gubernur,
Masa jabatan seumur hidup,
pegawai negara NIP 010064150.
3. ISKS Hamengkubuwono X 3 Oktober 1998 2003 Masa jabatan pertama.
4. ISKS Hamengkubuwono X 2003 2008 Masa jabatan kedua.
5. ISKS Hamengkubuwono X 2008 2011 Perpanjangan masa jabatan kedua.

[sunting]
Perwakilan

Daerah Istimewa Yogyakarta mengirim sembilan wakil ke DPR RI dan empat wakil ke DPD.

DPRD DI Yogyakarta hasil Pemilihan Umum Legislatif 2009 tersusun dari sepuluh partai, dengan perincian sebagai berikut:[6]Partai Kursi %
PDI-P 11 -
Partai Demokrat 10 -
PAN 8 -
Partai Golkar 7 -
PKS 7 -
PKB 5 -
Partai Gerindra 3 -
PPP 2 -
Partai Hanura 1 -
PKPB 1 -
Total 55 100,0

[sunting]
Perekonomian

Sebagian besar perekonomian di Yogyakarta disokong oleh hasil cocok tanam, berdagang, kerajinan (kerajinan perak, kerajinan wayang kulit, dan kerajinan anyaman), dan wisata. Namun ada juga sebagian warga yang hidup dari ekspansi dunia pendidikan seperti rumah kost buat mahasiswa. Merupakan pemandangan yang biasa ketika anda sampai di Stasiun Yogyakarta atau di halte khusus tempat perhentian bus-bus pariwisata, anda akan disambut oleh banyak tukang becak. Mereka akan mengantarkan anda ke tempat tujuan mana saja yang layak untuk anda nikmati seperti toko baju, toko bakpia, mal, atau sekadar membeli cinderamata. Anda pun akan heran setelah tukang becak itu mengajak anda berkeliling kota seharian, mereka hanya akan meminta bayaran yang rendah. Mengapa bisa demikian? Ternyata mereka juga sudah mendapat bagian dari mengantarkan anda ke toko-toko tadi.
[sunting]
Transportasi

Stasiun kereta api Yogyakarta.

Transportasi yang ada di Yogyakarta terdiri dari transportasi darat (bus umum, taksi, kereta api, andhong (kereta berkuda), dan becak) dan udara (pesawat terbang) Bandar Udara Adi Sutjipto. Pada awal Maret 2008, pemerintah DIY telah mengoperasikan bis TransJogja sebagai usaha untuk membuat transportasi di kota ini nyaman, murah dan andal.

Jalan-jalan di Yogyakarta kini sudah lebih rapi dan bersih dibandingkan tahun-tahun terdahulu karena komitmen pemerintah daerah Yogyakarta untuk menjadikan Yogyakarta sebagai kota pariwisata (terbukti dengan dibuatnya TV raksasa di salah satu jalan raya Yogyakarta untuk berpromosi dan papan stasiun kereta api). Walaupun demikian, jalan-jalan di Yogyakarta juga tergolong sering mengalami kemacetan.
[sunting]
Pendidikan

Kota Yogyakarta selain dijuluki sebagai Kota Gudeg, juga dijuluki Kota Pelajar. Di kota ini terdapat universitas negeri tertua di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) dan juga berbagai universitas swasta terkenal lainnya seperti UPN “Veteran”, AMIKOM, STMIK AKAKOM,Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD),STIE YKPN, STIE SBI, Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa “APMD”, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), Universitas Islam Indonesia (UII) yang merupakan universitas swasta tertua di Indonesia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Sanata Dharma (USD), [Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)],Univrsitas PGRI yogyakarta (UPY), Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY), Universitas PGRI Yogyakarta (UPY), dan lain sebagainya, selain Institut Seni Indonesia Yogyakarta (ISI Yogyakarta) dan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Sunan Kalijaga)dan Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Dan beberapa program kejuruan yang menawarkan jenjang D3 sepereti POLISENI, POLTEKES, dll. Bisa dikatakan bahwa di kota ini sebagian besar penduduknya relatif memiliki pendidikan sampai tingkat SMU.[rujukan?]

Yogyakarta International School (YIS) adalah satu satunya sekolah internasional yang ada di Yogyakarta.

Akademi Angkatan Udara (AAU) adalah sekolah pendidikan TNI Angkatan Udara di Bandar Udara Adi Sutjipto Yogyakarta, Indonesia. SMK Penerbangan dan STTA (Sekolah Tinggi Teknologi Adisucipto) berada di Yogyakarta pula. LPLP Tutuko adalah lembaga pendidikan aviasi dan maintenance penerbangan (mekanik) di Surakarta (Jl. Merapi, Surakarta) dan Yogyakarta (Jl. Sorosutan, Yogyakarta).

Berbagai pendidikan kesehatan seperti akademi keperawatan dan akademi kebidanan.

Pendidikan kursus dan pelatihan untuk instansi, organisasi, perorangan (privat) dan umum.
[sunting]
Budaya

Yogyakarta masih sangat kental dengan budaya Jawanya. Seni dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Yogyakarta. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, masyarakat Yogyakarta akan sangat sering menyaksikan dan bahkan, mengikuti berbagai acara kesenian dan budaya di kota ini. Bagi masyarakat Yogyakarta, di mana setiap tahapan kehidupan mempunyai arti tersendiri, tradisi adalah sebuah hal yang penting dan masih dilaksanakan sampai saat ini. Tradisi juga pasti tidak lepas dari kesenian yang disajikan dalam upacara-upacara tradisi tersebut. Kesenian yang dimiliki masyarakat Yogyakarta sangatlah beragam. Dan kesenian-kesenian yang beraneka ragam tersebut terangkai indah dalam sebuah upacara adat. Sehingga bagi masyarakat Yogyakarta, seni dan budaya benar-benar menjadi suatu bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Kesenian khas di Yogyakarta antara lain adalah kethoprak, jathilan, dan wayang kulit.yogyakarta juga dikenal dengan perak dan gaya yang unik membuat batik kain dicelup. ia juga dikenal karena seni kontemporer hidup. Memberikan nama kepada anak masih merupakan hal penting Nama2 anak jawa. Yogyakarta juga dikenal dengan gamelan musik, termasuk gaya yang unik gamelan yogyakarta
[sunting]
Tempat Wisata Menarik

Objek wisata yang menarik di Yogyakarta: Malioboro, Kebun Binatang Gembiraloka, Istana Air Taman Sari, Monumen Jogja Kembali, Museum Keraton Yogyakarta, Museum Sonobudoyo, Lereng Merapi, Kaliurang, Pantai Parangtritis, Pantai Baron, Pantai Samas, Goa Selarong, Candi Prambanan, Candi Kalasan, dan Kraton Ratu Boko. Sekitar 40 km dari barat laut Yogyakarta terdapat Candi Borobudur, yang ditetapkan pada tahun 1991 sebagai Warisan Dunia UNESCO. Yogyakarta terkenal dengan makanan yang enak, murah, bergizi sekaligus membuat kangen orang-orang yang pernah singgah atau berdomisili di kota ini. Ada angkringan dengan menu khas mahasiswa, ada bakmi godhog di Pojok Beteng, sate kelinci di Kaliurang plus jadah Mbah Carik, sate karang Kotagedhe, sego abang Njirak Gunung Kidul dan masih banyak tempat wisata kuliner yang lain.

Di wilayah selatan kota Yogyakarta, tepatnya di daerah Wonokromo, terdapat Sate Klathak.
[sunting]
Hubungan Persaudaraan

Yogyakarta telah menandatangani perjanjian hubungan persaudaraan kepada kota/negara :
Kyoto, Jepang,[7]
California, Amerika Serikat.[8]
[sunting]
Lihat pula

Wikisource memiliki naskah sumber yang berkaitan dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1950
Daftar Provinsi Indonesia
Kasultanan Yogyakarta
Kadipaten Paku Alaman
Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat
Sejarah Keistimewaan dan Pemerintahan Prop. DIY
Daftar museum di Yogyakarta
TransJogja

SMA Negeri 1 Cangkringan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Langsung ke: navigasi, cari
Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Cangkringan
Data Sekolah
Berdiri: 1998
Provinsi: Yogyakarta
Alamat Lengkap: Sleman, Yogyakarta
Nomor Telepon:
Fax:
Kepala Sekolah:
Jumlah Kelas:
Program Jurusan: IPA, IPS, dan Bahasa
Rentang Kelas: X, XI IPA, XI IPS, XI Bahasa, XII IPA, XII IPS, XII Bahasa
Kurikulum: Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
Jumlah Siswa:
NEM Masuk terendah:
NEM Masuk tertinggi:
NEM Masuk rata-rata:
Status sekolah:
Website:

SMA Negeri 1 Cangkringan adalah sebuah sekolah menengah di daerah Kabupaten Sleman Propinsi Yogyakarta.

[sunting] Sejarah

SMA Negeri 1 Cangkringan terdiri dari 9 lokal kelas. Berdiri sejak tahun 1998. Kepala Sekolah pertama adalah Drs.Muhadi, yang menjabat selama 2 periode. Sejak bulan September 2006 Drs.Muhadi memasuki masa pensiun. Sebelum ada pengganti kepala sekolah yang definitif, maka untuk kepemimpinannya diampu oleh SMA Negeri 1 Pakem, sebagai sekolah negeri yang terdekat. Sekolah ini sangat mengutamakan disiplin dan sangat menjunjung tinggi profesionalitas profesi.

A.C. Milan

A.C. Milan
Lambang Bintang Klub, simbol sudah memperoleh 10 scudetto
Logo AC Milan
Nama lengkap Associazione Calcio Milan
1899 SpA
Julukan Rossoneri (Merah-Hitam)
Il Diavolo Rosso (Setan Merah)
Il Casciavit
Didirikan 16 Desember 1899
Stadion San Siro, Milan, Italia
(Kapasitas: 82.955)
Pemilik Flag of Italy.svg Silvio Berlusconi
Presiden lowong (Pelaksana harian diserahkan kepada Adriano Galliani)[1]
Manajer Flag of Brazil.svg Leonardo[2]
Liga Seri A
2009-2010 Seri A, (3)
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
Kostum kandang
Team colours Team colours Team colours
Team colours
Team colours
Kostum tandang

Associazione Calcio Milan (dipanggil A.C. Milan atau Milan saja) adalah sebuah klub sepak bola Italia yang berbasis di Milan. Mereka bermain dengan seragam bergaris merah-hitam dan celana putih (terkadang hitam), sehingga dijuluki rossoneri (“merah-hitam”). Milan adalah tim tersukses kedua dalam sejarah persepakbolaan Italia, menjuarai Seri A 17 kali dan Piala Italia lima kali.

Klub ini didirikan pada tahun 1899 dengan nama Klub Kriket dan Sepak bola Milan (Milan Cricket and Football Club) oleh Alfred Edwards, seorang ekspatriat Inggris[3]. Sebagai penghormatan terhadap asal-usulnya, Milan tetap menggunakan ejaan bahasa Inggris nama kotanya (Milan) daripada menggunakan ejaan bahasa Italia Milano.

Daftar isi

[sembunyikan]

// <![CDATA[//

[sunting] Sejarah (1899 hingga kini)

[sunting] Awal masa terbentuk

Saremo una squadra di diavoli. I nostri colori saranno il rosso come il fuoco e il nero come la paura che incuteremo agli avversari!
—Herbert Kilpin

Klub ini didirikan oleh dua orang ekspatriat Inggris , yaitu Herbert Kilpin dan Alfred Edwards dengan nama Klub Kriket dan Sepakbola Milan pada tahun 16 Desember 1899. Pada saat itu, Edwards menjadi Presiden klub pertama Milan dan Kilpin menjadi kapten tim pertama Milan. Musim 1901, Milan memenangkan gelar pertamanya sebagai jawara sepakbola Italia, setelah mengalahkan Genoa C.F.C. 3-0 di final Kejuaraan Sepakbola Italia. Pada 1908, sebagian pemain dari Italia dan para pemain dari Swiss yang tidak menyukai dominasi orang Italia dan Inggris dalam skuad inti Milan saat itu, memisahkan diri dari Milan dan membentuk Internazionale.

[sunting] Masa GreNoLi

Pada dekade 50-an, Milan ditakuti di bidang sepakbola dunia karena mempunyai trio GreNoLi , yang terdiri atas Gunnar Gren , Gunnar Nordahl , dan Nils Liedholm .Ketiganya merupakan pemain asal Swedia. Gren dan Nordahl beroperasi di sektor depan sebagai striker, sementara Liedholm mendukung serangan sebagai penyerang bayangan (playmaker). Tim di masa ini juga dihuni oleh sekelompok pemain-pemain berkualitas pada masanya, seperti Lorenzo Buffon, Cesare Maldini, dan Carlo Annovazzi. Kemenangan tersukses AC Milan oleh Juventus tercipta 5 Februari 1950, dengan skor 7-1, dan Gunnar Nordahl mencetak hat-trick.

[sunting] Era Nereo Rocco

Milan kembali memenangi musim 1961/1962. Pelatihnya saat itu adalah Nereo Rocco, pelatih sepakbola yang inovatif, yang dikenal sebagai penemu taktik catenaccio (pertahanan berantai). Di dalam tim termasuk Gianni Rivera dan José Altafini yang keduanya masih muda. Musim berikutnya, dengan gol Altafini, Milan memenangkan Piala Eropa pertama mereka (kemudian dikenal sebagai Liga Champions UEFA) dengan mengalahkan Benfica 2-1. Ini juga merupakan pertama kalinya sebuah tim Italia memenangkan Piala Eropa.

Meskipun begitu, selama tahun 1960-an piala kemenangan Milan mulai menyusut , terutama karena perlawanan berat dari Inter yang dilatih Helenio Herrera. Scudetto berikutnya tiba hanya di 1967/1968, berkat gol Pierino Prati, topskor Seri A di musim itu, Piala Winners berhasil direbut ketika mengalahkan Hamburger SV, dan juga berkat dua gol dari Kurt Hamrin. Musim selanjutnya AC Milan memenangkan Piala Eropa kedua (4-1 untuk AFC Ajax), dan pada 1969 memenangkan Piala Interkontinental pertama, setelah mengalahkan Estudiantes de La Plata dari Argentina dalam dua leg dramatis (3-0, 1-2).

[sunting] Scudetto kesepuluh dan Seri B

Di tahun 1970, Milan merebut tiga gelar Coppa Italia dan gelar Piala Winners kedua; namun, tujuan utama Milan adalah scudetto kesepuluh, yang berarti mendapatkan “bintang” untuk tim. Di 1972 mereka meraih semifinal Piala UEFA, kalah dari pemenang sesungguhnya, Tottenham Hotspur. Musim 1972/1973 mereka hampir memenangkan scudetto kesepulh, namun gagal karena hasil kalah menyakitkan dari Hellas Verona F.C. di pertandingan terakhir musim. AC Milan menunggu sampai musim 1978/1979 untuk meraih scudetto kesepuluh mereka, yang dipimpin oleh Gianni Rivera, yang pensiun dari dunia sepak bola setelah membawa timnya meraih kemenangan tersebut.

Namun, hasil terburuk datang kepada “Rossoneri”: setelah memenangkan musim 1979/1980, Milan didegradasi ke Seri B oleh F.I.G.C, bersama S.S. Lazio, karena terlibat skandal perjudian Totonero 1980. Di 1980/1981, Milan dengan mudah menjuarai Seri B, dan kembali ke Seri A, di mana penyakit tersebut terulang di musim 1981/1982, Milan terdegradasi kembali.

[sunting] Kedatangan Berlusconi

Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Dia datang pada 1986. Berlusconi memboyong pelatih baru untuk Milan, Arrigo Sacchi, serta tiga orang pemain Belanda, Marco van Basten, Frank Rijkaard, dan Ruud Gullit, untuk mengembalikan tim pada kejayaan. Ia juga membeli pemain lainnya, seperti Roberto Donadoni, Carlo Ancelotti, dan Giovanni Galli.

[sunting] Menyongsong kejayaan kembali (Era Sacchi)

Sacchi memenangkan Seri A musim 1987-1988. Di 1988-1989, Milan memenangkan gelar Liga Champions ketiganya, mempecundangi Steaua Bucureşti 4-0 di final, dan gelar Piala Interkontinental kedua mengalahkan National de Medellin (1-0, gol tercipta di babak perpanjangan waktu). Tim mulai mengulangi kejayaan mereka di musim-musim berikutnya, mengalahkan S.L. Benfica, dan Olimpia Asunción di 1990. Skuad kemenangan Eropa mereka adalah:
Kiper : Giovanni Galli
Bek : Mauro TassottiAlessandro CostacurtaFranco BaresiPaolo Maldini
Gelandang : Angelo ColomboFrank RijkaardCarlo AncelottiRoberto Donadoni
Penyerang : Ruud GullitMarco van Basten

[sunting] Masa keemasan (Era Capello)

Saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team. Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savićević, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan.

[sunting] Masa masa sulit (Tabarez ke Treim)

1996-1997

Setelah kepergian Fabio Capello pada tahun 1996, Milan merekrut Oscar Washington Tabarez tetapi perjuangan keras di bawah kendalinya kurang berhasil dan mereka selalu kalah dalam beberapa pertandingan awal. Dalam upaya untuk mendapatkan kembali kejayaan masa lalu, mereka memanggil kembali Arrigo Sacchi untuk menggantikan Tabarez. Milan mendapatkan tamparan keras kekalahan terburuk mereka di Seri A, dipermalukan oleh Juventus F.C. di rumah mereka sendiri San Siro dengan skor 1-4. Milan membeli sejumlah pemain baru seperti Ibrahim Ba, Christophe Dugarry dan Edgar Davids. Milan berjuang keras dan mengakhiri musim 1996-1997 di peringkat kesebelas di Seri A.

1997-1998

Sacchi digantikan dengan Capello di musim berikutnya. Capello yang menandatangani kontrak baru dengan Milan merekrut banyak pemain potensial seperti Kristen Ziege, Patrick Kluivert, Jesper Blomqvist, dan Leonardo; tetapi hasilnya sama buruk dengan musim sebelumnya. Musim 1997-1998 mereka berakhir di peringkat kesepuluh. Hasil ini tetap tidak bisa diterima para petinggi Milan, dan seperti Sacchi, Capello dipecat.

1998-1999

Dalam pencarian mereka untuk seorang manajer baru, Alberto Zaccheroni menarik perhatian Milan. Zaccheroni adalah manajer Udinese yang telah mengakhiri musim 1997-1998 pada peringkat yang tinggi di tempat ke-3. Milan mengontrak Zaccheroni bersama dengan dua orang pemain dari Udinese, Oliver Bierhoff dan Thomas Helveg. Milan juga menandatangani Roberto Ayala, Luigi Sala dan Andres Guglielminpietro dan dengan formasi kesukaan Zaccheroni 3-4-3, Zaccheroni membawa klub memenangkan scudetto ke-16 kembali ke Milan. Starting XI adalah: Christian Abbiati; Luigi Sala, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini; Thomas Helveg, Demetrio Albertini, Massimo Ambrosini, Andres Guglielminpietro; Zvonimir Boban, George Weah, Oliver Bierhoff.

1999-2000

Meskipun sukses di musim sebelumnya, Zaccheroni gagal untuk mentransformasikan Milan seperti The Dream Team dulu. Pada musim berikutnya, meskipun munculnya striker Ukraina Andriy Shevchenko, Milan mengecewakan fans mereka baik dalam Liga Champions UEFA 1999-2000 ataupun Seri A. Milan keluar dari Liga Champions lebih awal, hanya memenangkan satu dari enam pertandingan (tiga seri dan dua kalah) dan mengakhiri musim 1999-2000 di tempat ke-3. Milan tidaklah menjadi sebuah tantangan bagi dua pesaing scudetto kala itu, S.S. Lazio dan Juventus.

2000-2001

Pada musim berikutnya, Milan memenuhi syarat untuk Liga Champions UEFA 2000-2001 setelah mengalahkan Dinamo Zagreb agregat 9-1. Milan memulai Liga Champions dengan semangat tinggi, mengalahkan Beşiktaş JK dari Turki dan raksasa Spanyol FC Barcelona, yang pada waktu itu terdiri dari superstar internasional kelas dunia, Rivaldo dan Patrick Kluivert. Tapi performa Milan mulai menurun secara serius, seri melawan sejumlah tim (yang dipandang sebagai kecil/lemah secara teknis untuk Milan), terutama kalah 2-1 oleh Juventus di Seri A dan 1-0 untuk Leeds United. Dalam Liga Champions putaran kedua, Milan hanya menang sekali dan seri empat kali. Mereka gagal untuk mengalahkan Deportivo de La Coruña dari Spanyol di pertandingan terakhir dan Zaccheroni dipecat. Cesare Maldini, ayah dari kapten tim Paolo, diangkat dan hal segera menjadi lebih baik. Debut kepelatihan resmi Maldini di Milan dimulai dengan menang 6-0 atas A.S. Bari, yang masih memiliki senjata muda, Antonio Cassano. Itu juga di bawah kepemimpinan Maldini bahwa Milan mengalahkan saingan berat sekota Internazionale dengan skor luar biasa 6-0, skor yang tidak pernah diulang dan di mana Serginho membintangi pertandingan. Namun, setelah bentuk puncak ini, Milan mulai kehilangan lagi termasuk kekalahan 1-0 yang mengecewakan untuk Vicenza Calcio, dengan satu-satunya gol dalam pertandingan dicetak oleh seorang Luca Toni. Terlepas dari hasil ini, dewan direksi Milan bersikukuh bahwa Milan mencapai tempat keempat di liga di akhir musim, tapi Maldini gagal dan tim berakhir di tempat keenam.

2001-2002

Milan memulai musim 2000-2001 dengan lebih banyak penandatanganan kontrak pemain bintang termasuk Javi Moreno dan Cosmin Contra yang membawa Deportivo Alavés ke putaran final Piala UEFA. Mereka juga menandatangani Kakha Kaladze (dari Dynamo Kyiv), Rui Costa (dari AC Fiorentina), Filippo Inzaghi (dari Juventus), Martin Laursen (dari Hellas Verona), Jon Dahl Tomasson (dari Feyenoord), Ümit Davala (dari Galatasaray) dan Andrea Pirlo (dari Inter Milan). Fatih Terim diangkat sebagai manajer, menggantikan Cesare Maldini, dan cukup sukses. Namun, setelah lima bulan di klub, Milan tidak berada di lima besar liga dan Terim dipecat karena gagal memenuhi direksi harapan.

[sunting] Kembalinya gelar prestisius (Era Ancelotti)

Terim digantikan oleh Carlo Ancelotti, meskipun rumor bahwa Franco Baresi akan menjadi manajer baru. Terlepas dari masalah cedera pemain belakang Paolo Maldini, Ancelotti berhasil dan mengakhiri musim 2001-02 dalam peringkat empat, tempat terakhir untuk di Liga Champions. Starting XI pada saat itu adalah Christian Abbiati; Cosmin Contra, Alessandro Costacurta, Martin Laursen, Kakha Kaladze, Gennaro Gattuso, Demetrio Albertini, Serginho; Manuel Rui Costa; Andriy Shevchenko, Filippo Inzaghi. Ancelotti membawa Milan meraih gelar juara Liga Champions pada musim 2002/2003 ketika mengalahkan Juventus lewat drama adu pinalti di Manchester, Inggris. Milan terakhir kali meraih gelar prestisus dengan merebut juara Liga Italia pada musim kompetisi 2003/2004 sekaligus menempatkan penyerang Andriy Shevchenko sebagai pencetak gol terbanyak di Liga Italia, maka rossoneripun semakin ditakuti.

[sunting] Pasang surut 2006-2008

Milan saat menghadapi corner di suatu pertandingan musim 2005/2006

Pada musim kompetisi Liga Italia Seri A 2006/2007, Milan terkait dengan skandal calciopoli yang mengakibatkan klub tersebut harus memulai kompetisi dengan pengurangan 8 poin. Meskipun begitu, publik Italia tetap berbangga karena di tengah rusaknya citra sepak bola Italia akibat calciopoli, Milan berhasil menjuarai kompetisi sepak bola yang paling bergengsi di dunia, Liga Champions. Hasil itu didapat setelah Milan menaklukkan Liverpool 2-1 lewat dua gol Filippo Inzaghi. Gelar inipun menuntskan dendam Milan yang kalah adu penalti dengan Liverpool dua tahun silam. Gelar pencetak gol terbanyakpun disabet pemain jenius Milan, Kaká dengan torehan 10 gol. Pada pertengahan musim, Milan mendatangkan mantan pemain terbaik dunia, Ronaldo dari Real Madrid untuk memperkuat armada penyerang mereka setelah penyerang muda Marco Borriello dihukum karena terbukti doping.

Pada musim 2007/2008, Milan akhirnya harus bermain di kompetisi Piala UEFA setelah hanya berhasil menduduki peringkat ke-5 dibawah Fiorentina dengan selisih 2 poin. Dalam pertandingan Serie A yang terakhir, AC Milan menang 4-1 atas Udinese, tapi di saat bersamaan, Fiorentina juga menang atas Torino dengan skor 1-0 yang akhirnya posisi kedua tim tak ada perubahan. Untuk memperbaiki performa di musim berikut (2008/2009), Milan membeli sejumlah pemain baru, di antaranya Mathieu Flamini dari Arsenal, serta Gianluca Zambrotta dan Ronaldinho yang keduanya berasal dari Barcelona. Pada transfer paruh musim 2008/2009, Milan mendatangkan David Beckham dengan status pinjaman dari klub sepakbola Amerika Serikat LA Galaxy.

[sunting] Penunjukkan Leonardo

Pada akhir musim 2008/2009,Milan menempati peringkat ke-3 klasemen liga Serie A, dua peringkat di bawah rival sekota, Internazionale yang meraih scudetto dan di bawah Juventus. Untuk memperbaiki hasil yang kurang memuaskan ini, Milan mendatangkan pelatih muda yang sekaligus mantan pemain Milan era 90-an, Leonardo untuk menggantikan pelatih Milan sebelumnya, Ancelotti yang “hijrah ke London”, tepatnya klub Chelsea F.C.. Milan juga terpaksa melepas beberapa pemainnya, antara lain:

Masalah terbesar yang mengganjal transfer para pemain tersebut adalah pihak Milan yang selalu berpikir dua kali untuk mengeluarkan uang demi membeli seorang pemain. Pada bulan Juli dan Agustus 2009, Milan mendapatkan dua pemain baru, yaitu Oguchi Onyewu yang merupakan seorang mantan bek Standard Liège dengan status bebas transfer dan Klaas-Jan Huntelaar eks striker Real Madrid dengan nilai kontrak 14,7 juta Euro dengan durasi kontrak 4 tahun. Namun hasil yang di dapatkan Milan pada turnamen pra-musim banyak menuai kekecewaan, pemain anyar yang diturunkan oleh Milan pada saat tur pra-musim hanya Oguchi Onyewu karena Huntelaar baru bergabung bulan Agustus.

[sunting] 2009 (Era Leonardo)

Musim 2009/2010 diawali Milan dengan hasil yang tidak memuaskan. Awal petaka bermula ketika Milan meraih hasil imbang 2-2 melawan Los Angeles Galaxy, seterusnya, Milan terus menuai hasil negatif. Milan terperosok di ajang World Football Challange 2009 dengan menempati dasar klasemen, di bawah rival sekota, Internazionale, Club América, dan Chelsea. Di ajang Audi Cup, Milan juga kalah oleh Bayern Munich dengan skor 1-4. Bahkan, ketika menghadapi derby 30 Agustus 2009 melawan Internazionale di San Siro, Milan kalah memalukan dengan skor 0-4, sekaligus memecahkan rekor kemenangan terbesar Inter di San Siro.

[sunting] Kebangkitan

Pada pertengahan Oktober 2009, penilaian berbagai pihak tentang kinerja Leonardo sebagai pelatih yang tadinya berada di titik terendah akibat serentetan performa buruk, mulai terdongkrak dengan berhasilnya Leonardo memimpin Milan mengalahkan AS Roma 2-1 di San Siro[4]. Setelah kemenangan itu, Milan juga menuai hasil positif di Stadion Santiago Bernabéu dengan kemenangan dramatis atas Real Madrid 3-2[5]. Dan setelah itu, Milan kembali menuai kemenangan atas Chievo Verona di Stadio Marc’Antonio Bentegodi, kandang Chievo, skor 2-1 untuk kemenangan AC Milan. Pada 1 November 2009, Milan mengalahkan Parma F.C. di San Siro 2-0[6] sekaligus mengantarkan Milan ke peringkat 4 klasemen sementara (Zona masuk Liga Champions terakhir). Pada 19 November 2009, kekalahan 0-2 Juventus F.C. dari Cagliari membuat Milan berada di posisi runner-up di bawah Internazionale; karena, beberapa jam setelah kekalahan Juventus, Milan memenangkan pertandingannya dengan Catania, 2-0[7].

[sunting] Kemunduran Leonardo

Memasuki bagian akhir musim Serie A April 2010, Milan yang tengah berada di peringkat ketiga dan hanya selisih 4 poin dari peringkat pertama kelasemen AS Roma, dan hanya berjarak 1 poin dengan peringkat kedua Inter Milan. Namun pada akhirnya Milan harus takluk dua kali berturut-turut dari Sampdoria 2-1, dan dari Palermo dengan skor 3-1. Dengan kekalahan tersebut, impian Milan untuk meraih gelar musim ini pupus. Leonardo yang dianggap sebagai orang yang bertanggung jawab atas hasil ini, akhirnya masa depannya semakin tidak menentu setelah Berlusconi memastikan Leo tidak lagi melatih Milan musim depan, dan rumor penunjukan pelatih tim junior AC Milan Filippo Galli sebagai pelatih tim utama Milan musim depan pun mencuat. Pada pertandingan di giornata terakhir Seri A 2009/2010 antara Milan melawan Juventus, Leonardo memimpin Milan mengalahkan Juventus 3-0 di San Siro[8], sekaligus memberi kontribusi terakhirnya bagi rossoneri, dan mengumumkan bahwa ia akan berhenti melatih Milan untuk musim depan.[9]

[sunting] Skuad saat ini

Hingga 12 April 2010, sesuai dengan website resmi[10]

No. Posisi Nama pemain A.C. Milan fantasy flag
1 Flag of Brazil.svg GK Nélson “Dida” de Jesus Silva
4 Flag of Georgia.svg DF Kakhaber “Kakha” Kaladze
5 Flag of the United States.svg DF Oguchi Onyewu
7 Flag of Brazil.svg FW Alexandre Pato
8 Flag of Italy.svg MF Gennaro Gattuso (Wakil Kapten)
9 Flag of Italy.svg FW Filippo Inzaghi
10 Flag of the Netherlands.svg MF Clarence Seedorf
11 Flag of the Netherlands.svg FW Klaas-Jan Huntelaar
12 Flag of Italy.svg GK Christian Abbiati
13 Flag of Italy.svg DF Alessandro Nesta
15 Flag of Italy.svg DF Gianluca Zambrotta
16 Flag of France.svg MF Mathieu Flamini
17 Flag of Italy.svg FW Gianmarco Zigoni
18 Flag of the Czech Republic.svg DF Marek Jankulovski
19 Flag of Italy.svg DF Giuseppe Favalli
20 Flag of Italy.svg MF Ignazio Abate
No. Posisi Nama pemain A.C. Milan fantasy flag
21 Flag of Italy.svg MF Andrea Pirlo
22 Flag of Italy.svg FW Marco Borriello
23 Flag of Italy.svg MF Massimo Ambrosini (Kapten Kapten)
25 Flag of Italy.svg DF Daniele Bonera
30 Flag of Brazil.svg FW Amantino Mancini (Pinjaman dari klub Inter Milan)
31 Flag of Italy.svg GK Flavio Roma
32 Flag of England.svg MF David Beckham (Pinjaman dari klub LA Galaxy)
33 Flag of Brazil.svg DF Thiago Emiliano da Silva
40 Flag of Ghana.svg FW Dominic Adiyiah
44 Flag of Italy.svg DF Massimo Oddo
50 Flag of Italy.svg GK Fillipo Perucchini (Dari AC Milan Primavera)
51 Flag of Sierra Leone.svg MF Rodney Strasser
58 Flag of Italy.svg FW Simone Verdi
59 Flag of Brazil.svg DF Michelangelo Albertazzi
77 Flag of Italy.svg DF Luca Antonini
80 Flag of Brazil.svg FW de Assis Ronaldinho

[sunting] Sedang dipinjamkan

No. Posisi Nama pemain
Flag of Italy.svg GK Marco Storari (ke Sampdoria)
Flag of Italy.svg FW Davide Di Gennaro (ke Livorno)
Flag of Brazil.svg DF Digão (ke Lecce)
Flag of Brazil.svg DF Marcus Diniz (ke Livorno)
Flag of Italy.svg DF Matteo Darmian (ke Padova)
Flag of Gabon.svg FW Pierre-Emerick Aubameyang (ke Lille OSC)
Flag of Gabon.svg FW Willy Aubameyang (ke K.A.S. Eupen)
Flag of the Netherlands.svg MF Chedric Seedorf (ke A.C. Monza)
Flag of Nigeria.svg MF Kingsley Umunegbu (ke A.S. Varese)

[sunting] Staf teknik

Menurut website resmi :

Jabatan Nama
Pelatih Bendera Brasil Leonardo
Wakil pelatih Bendera Italia Mauro Tassotti
Asisten teknik Bendera Italia Angelo Castellazzi
Asisten teknik 2 Bendera Italia Andrea Maldera
Pelatih kiper Bendera Italia Villiam Vecchi
Asisten pelatih kiper Bendera Italia Valerio Fiori

[sunting] Nomor yang dipensiunkan / diabadikan

No. Nama pemain Posisi Karir di Milan Catatan
3 Bendera Italia Paolo Maldini Bek tengah 19852009 Diaktifkan kembali untuk anak Paolo, Christian Maldini, bila sudah masuk tim inti Milan.[11]
6 Bendera Italia Franco Baresi Sweeper 19771997

[sunting] Hall of fame

[sunting] Pemain legenda

AC Milan di akhir 80-an.
Jongkok dari kiri-kanan: Alessandro Costacurta, Giovanni Stroppa, Roberto Donadoni, Franco Baresi, Angelo Carbone.
Berdiri dari kiri-kanan: Mauro Tassoti, Paolo Maldini, Frank Rijkaard, Ruud Gullit, Marco van Basten, dan Andrea Pazzagli

Starting XI Liga Champions 1989.

Catatan: Pemain bercetak tebal masih aktif bermain di Milan.

[sunting] Pemasok Kostum dan Sponsor

Kostum AC Milan 1899-2008

[sunting] Pemasok Kostum

[sunting] Pemasok Sponsor

[sunting] Peraih Ballon d’Or

[sunting] Pelatih terkenal

  • Bendera Inggris Herbert Kilpin
    • Salah satu pendiri AC Milan sekaligus pelatih pertama Milan.
  • Bendera Italia Carlo Ancelotti
    • Sumbangsihnya terhadap Milan adalah menyumbang 2 trofi Seri A dan 2 trofi Liga Champions sebagai pemain, serta 2 trofi Liga Champions sebagai pelatih.
  • Bendera Italia Cesare Maldini
    • Sebagai pemain dia menyumbang 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
  • Bendera Italia Arrigo Sacchi
    • Pelatih yang membawa Milan mendapat predikat “The Dream Team”, memenangkan 1 trofi Seri A, dan 2 trofi Liga Champions berturut-turut.
  • Bendera Italia Fabio Capello
    • Suksesor dari Sacchi, di tangannya, Milan menjadi semakin gemilang. Menyumbangkan 4 trofi Seri A dan 1 trofi Liga Champions.
  • Bendera Italia Vittorio Pozzo
    • Pelatih legendaris Italia, meski di masanya Milan tidak terlalu bersinar, Ia membuktikan diri bahwa dirinya adalah pelatih jenius dengan menemukan formasi Metodo (2-3-2-3), formasi yang menyeimbangkan antara serangan dan pertahanan.
  • Bendera Swedia Nils Liedholm
    • Melatih Milan selama 3 generasi (1963-1966, 1977-1979, dan 1984-1987), Liedholm menyumbangkan 4 trofi Seri A.
  • Bendera Brasil Leonardo de Araújo
    • Pelatih Milan pertama yang berasal dari Brazil.

[sunting] Prestasi

Bila dihitung berdasarkan total banyaknya gelar, maka Milan adalah klub tersukses di Seri A, dengan total raihan lebih dari 29 trofi, dan salah satu klub tersukses di dunia bersama Boca Juniors[12], dengan rekor 14 trofi Eropa dan 4 trofi dunia. Milan juga mengenakan bintang tanda bahwa mereka memenangi lebih dari 10 gelar Seri A. Ditambah lagi, Milan juga memakai Lambang Penghargaan UEFA di seragam mereka karena memenangi lebih dari lima gelar Liga Champions.[13]

[sunting] Kejuaraan Nasional

Perayaan scudetto Milan musim 2003/2004

  • Juara (17): 1901; 1906; 1907; 1950-51; 1954-55; 1956-57; 1958-59; 1961-62; 1967-68; 1978-79; 1987-88; 1991-92; 1992-93; 1993-94; 1995-96; 1998-99; 2003-2004
  • Runner-up (14): 1902; 1947-48; 1949-50; 1951-52, 1955-56, 1960-61; 1964-65; 1968-69; 1970-71; 1971-72; 1972-1973; 1989-90; 1990-91; 2004-05
  • Juara (2): 1980–81; 1982–83
  • Juara (5): 1966–67; 1971–72; 1972–73; 1976–77; 2002-03
  • Runner-up (7): 1941–42; 1967–68; 1970–71; 1974–75; 1984–85; 1989-90; 1997-98
  • Juara (5): 1988; 1992; 1993; 1994; 2004
  • Runner-up (3): 1996; 1999; 2003

[sunting] Kejuaraan Eropa

Euforia kemenangan AC Milan di Liga Champions 2007

  • Juara (7): 1962-63; 1968-69; 1988-89; 1989-90; 1993-94; 2002-03; 2006-07
  • Runner-up (4): 1957-58; 1992-93; 1994-95; 2004-05
  • Juara (5): 1989; 1990; 1994; 2003; 2007
  • Runner-up (2): 1973; 1993
  • Juara (2): 1967–68; 1972–73
  • Runner-up (1): 1973–74

[sunting] Kejuaraan Dunia

  • Juara (4):1969; 1989; 1990; 2007
  • Runner-up (4): 1963; 1993; 1994; 2003

[sunting] Kejuaraan lainnya

  • Piala Latin (Piala yang paling penting bagi klub-klub Eropa pada tahun 40-an dan 50-an. Diselenggarakan sejak 1949 hingga 1957 antara juara-juara Perancis, Italia, Portugal dan Spanyol. Kejuaraan ini menghilang setelah dimulainya Piala Champions.):
  • Juara (3): 1951; 1956
  • Runner-up (1): 1953
  • Juara (1): 1981-82
  • Juara (1): 2009
  • Juara (2): 1988, 1990
  • Runner-up (1): 1999
  • Juara (11): 1992, 1993, 1994, 1996, 1997, 2002, 2005, 2006, 2007, 2008, 2009

[sunting] AC Milan tahun ke tahun

[sunting] Daftar pelatih AC Milan

Berikut ini adalah daftar pelatih Milan sepanjang sejarah.[14]

Nama Negara Tahun
Herbert Kilpin Bendera Inggris 1900–1908
Daniele Angeloni Bendera Italia 1906–1907
Komisi Teknik Bendera Italia 1907–1910
Giovanni Camperio Bendera Italia 1910–1911
Komisi Teknik Bendera Italia 1911–1914
Guido Moda Bendera Italia 1915–1922
Ferdi Oppenheim Bendera Austria 1922–1924
Vittorio Pozzo Bendera Italia 1924–1926
Guido Moda Bendera Italia 1926
Herbert Burgess Bendera Inggris 1926–1928
Engelbert König Bendera Austria 1928–1931
József Bánás Bendera Hongaria 1931–1933
József Viola Bendera Hongaria 1933–1934
Adolfo Baloncieri Bendera Italia 1934–1937
William Garbutt Bendera Inggris 1937
Hermann Felsner
József Bánás
Bendera Austria
Bendera Hongaria
1937–1938
József Viola Bendera Hongaria 1938–1940
Guido Ara
Antonio Busini
Bendera Italia
Bendera Italia
1940–1941
Mario Magnozzi Bendera Italia 1941–1943
Giuseppe Santagostino Bendera Italia 1943–1945
Adolfo Baloncieri Bendera Italia 1945–1946
Giuseppe Bigogno Bendera Italia 1946–1949
Lajos Czeizler Bendera Hongaria 1949–1952
Gunnar Gren Bendera Swedia 1952
Mario Sperone Bendera Italia 1952–1953
Béla Guttmann Bendera Hongaria 1953–1954
Antonio Busini Bendera Italia 1954
Hector Puricelli Bendera Uruguay 1954–1956
Giuseppe Viani Bendera Italia 1957–1960
Paolo Todeschini Bendera Italia 1960–1961
Nereo Rocco Bendera Italia 1961–1963
Luis Carniglia Bendera Argentina 1963–1964
Nils Liedholm Bendera Swedia 1963–1966
Giovanni Cattozzo Bendera Italia 1966
Arturo Silvestri Bendera Italia 1966–1967
Nereo Rocco Bendera Italia 1966–1972
Cesare Maldini Bendera Italia 1973–1974
Giovanni Trapattoni Bendera Italia 1974
Nama Negara Tahun
Gustavo Giagnoni Bendera Italia 1974–1975
Nereo Rocco Bendera Italia 1975
Paolo Barison Bendera Italia 1975-1976
Giovanni Trapattoni Bendera Italia 1976
Giuseppe Marchioro Bendera Italia 1976–1977
Nereo Rocco Bendera Italia 1977
Nils Liedholm Bendera Swedia 1977–1979
Massimo Giacomini Bendera Italia 1979–1981
Italo Galbiati Bendera Italia 1981
Luigi Radice Bendera Italia 1981–1982
Italo Galbiati Bendera Italia 1982
Francesco Zagatti Bendera Italia 1982
Ilario Castagner Bendera Italia 1982–1984
Italo Galbiati Bendera Italia 1984
Nils Liedholm Bendera Swedia 1984–1987
Fabio Capello Bendera Italia 1987
Arrigo Sacchi Bendera Italia 1987–1991
Fabio Capello Bendera Italia 1991–1996
Oscar Tabárez Bendera Uruguay 1996
Giorgio Morini Bendera Italia 1996–1997
Arrigo Sacchi Bendera Italia 1997
Fabio Capello Bendera Italia 1997–1998
Alberto Zaccheroni Bendera Italia 1998–2001
Cesare Maldini
Mauro Tassotti
Bendera Italia 2001
Fatih Terim Bendera Turki 2001
Carlo Ancelotti Bendera Italia 2001–2009
Leonardo Bendera Brasil 2009-2010
Bendera ? 2010-

[sunting] Daftar presiden AC Milan

Milan memiliki bayak presiden sejak didirikan, beberapa dari mereka juga adalah pemilik klub dan presiden yang diistimewakan. Inilah daftar lengkapnya.[15]

Nama Tahun
Alfred Edwards 1899–1909
Giannino Camperio 1909
Piero Pirelli 1909–1928
Luigi Ravasco 1928–1930
Mario Bernazzoli 1930–1933
Luigi Ravasco 1933–1935
Pietro Annoni 1935
Pietro Annoni
G. Lorenzini
Rino Valdameri
1935–1936
Nama Tahun
Emilio Colombo 1936–1939
Achille Invernizzi 1939–1940
Umberto Trabattoni 1940–1944
Antonio Busini 1944–1945
Umberto Trabattoni 1945–1954
Andrea Rizzoli 1954–1963
Felice Riva 1963–1965
Federico Sordillo 1965–1966
Franco Carraro 1967–1971
Federico Sordillo 1971–1972
Nama Tahun
Albino Buticchi 1972–1975
Bruno Pardi 1975–1976
Vittorio Duina 1976–1977
Felice Colombo 1977–1980
Gaetano Morazzoni 1980–1982
Giuseppe Farina 1982–1986
Rosario Lo Verde 1986
Silvio Berlusconi 1986–2004
Komisi Presidensial 2004–2006
Silvio Berlusconi 2006–2008

[sunting] Daftar kapten AC Milan

Herbert Kilpin, kapten pertama Milan.

Massimo Ambrosini, kapten Milan saat ini

[sunting] Warna dan lambang Milan

A.C. Milan fantasy flag

Warna seragam kebanggaan Milan adalah merah-hitam,atau dalam bahasa Italia: Rossoneri[16], namun anehnya, di ajang final suatu kompetisi yang tidak memakai format kandang-tandang (contoh:Liga Champions) , Milan selalu memakai warna seragam putih. Tradisi ini dipercaya membawa keberuntungan untuk Milan. Dengan enam kali menang dari delapan laga final Liga Champions berseragam putih (hanya kalah melawan Ajax pada 1995 dan Liverpool pada 2005) membuat tradisi ini semakin kukuh dipertahankan. Selain kedua seragam Milan (merah-hitam dan putih), Milan memiliki seragam ketiga (third kit) berwarna hitam dengan sentuhan garis merah di beberapa bagian. Namun, seragam ketiga ini sangat jarang digunakan.

Untuk “beberapa tahun” belakangan, lambang Milan memakai sentuhan bendera Milan (flag of Milan), yaitu lambang yang terlihat seperti lambang salib berwarna merah pada lambang Milan, yang aslinya adalah bendera dari Saint Ambrose.[17] Panggilan Milan yang lainnya, Il Diavolo Rosso (setan merah) berasal dari lambang bintang yang dikenakan Milan di atas lambang klubnya[17]. Bintang tersebut dikenakan Milan pada 1979 karena Milan sudah memenangkan lebih dari sepuluh gelar lokal (scudetto Seri A). Saat ini, lambang klub Milan adalah untuk dipersembahkan kepada bendera Comune di Milano, dengan singkatan ACM di atas dan tahun berdirinya 1899 di bawah.[17]

[sunting] Rekor statistik Milan

Andriy Shevchenko, topskorer terbanyak kedua Milan

Paolo Maldini sampai sekarang mencetak rekor untuk total penampilan di Seri A untuk Milan dengan total ± 1000 penampilan, dan 600 diantaranya diperoleh dari Seri A (14 Mei 2007, tidak termasuk pertandingan playoff). Selanjutnya ia dikenal sebagai pemain paling sering tampil di Seri A sepanjang masa.[18]

Topskor Milan sepanjang sejarah dipegang oleh Gunnar Nordahl, yang mencetak 254 gol dalam 268 permainan.[19] Andriy Shevchenko berada di urutan kedua dengan 243 gol dalam 298 permainan, dan pencetak gol tertinggi di skuad Milan saat ini adalah Filippo Inzaghi, dengan 101 gol dalam 220 permainan.

Milan memiliki rekor yang unik namun impresif, yaitu saat mengikuti musim 1991/1992. Milan tidak pernah kalah dalam musim tersebut. Totalnya, Milan tidak pernah kalah dalam 58 pertandingan, dimulai dengan seri 0-0 melawan Parma saat 26 Mei 1991 dan secara ironis diakhiri dengan kekalahan kandang 1-0 dengan Parma juga, 21 Maret 1993. Rekor tidak terkalahkan ini merupakan rekor terpanjang ketiga di sepakbola Eropa, di bawah Steaua Bucharest dengan 104 pertandingan tanpa kekalahan dan Celtic dengan 68 pertandingan tanpa kekalahan.[20][21]

Pada 2007, Milan bersama dengan Boca Juniors dari Argentina menyandang gelar klub dengan gelar internasional terbanyak versi FIFA.[22] Kerena status ini, Milan sempat merajai peringkat klub sepakbola terhebat dunia pada kisaran 2007.

[sunting] Komponen penting Milan

[sunting] Stadion

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: San Siro

Stadion tim saat ini adalah Stadion Giuseppe Meazza yang berkapasitas 85.000 orang. Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro, karena berada di distrik San Siro. Stadion ini digunakan bersama dengan Internazionale, klub lain di Milan. Stadion ini dipakai ketika Seri A melaksanakan partai antara klub kota Milan, Derby della Madonnina (Ibu segala derby). Nama ini diberikan untuk penghormatan kepada patung bunda Maria yang berada di Milan (sering disebut Madonnina atau ibu), serta karena rivalitas keduanya yang sangat sengit karena keduanya sama-sama tim jajaran atas terhebat di Italia, atmosfer pertandingannya melebihi pertandigan derby manapun. Suporter AC Milan menggunakan “San Siro” untuk menyebut stadion itu karena dulunya Giuseppe Meazza, merupakan seorang pemain bintang bagi Inter (meski dia pernah membela Milan selama satu musim). Tetapi, di masa mendatang, ada wacana untuk memindahkan homebase Milan ke stadion baru, seperti yang diungkapkan wakil presiden Adriano Galliani pada tahun 2006.[23]

[sunting] Basis pendukung

Fossa Dei Leoni

Secara sejarah, AC Milan (dipanggil dengan “Milan” saja di Italia) didukung oleh kaum pekerja dan kelas buruh di Milan (umumnya merupakan para pendatang dari daerah Italia selatan)[24], sementara Inter lebih didukung orang-orang kaya.[24] Meskipun begitu, pada beberapa tahun terakhir, basis pendukung telah banyak berubah. Milan kini dimiliki oleh raja media dan Perdana Menteri Italia, Silvio Berlusconi, sementara Inter dimiliki pebisnis garis tengah-kiri, Massimo Moratti.

Basis pendukung Milan yang disebut Milanisti mayoritas berhaluan politik sayap kiri, berseberangan dengan Inter yang didominasi oleh pendukung yang secara tradisional berhaluan sayap kanan. Grup pendukung (ultras) yang terkenal dari Milan adalah Fossa Dei Leoni[25] yang beraliran ekstrim kiri, dan Brigate Rossoneri[25] yang beraliran ekstrim kanan. Menyusul keributan dengan suporter Inter pada derby musim kompetisi 2005/2006, Fossa Dei Leoni membubarkan diri secara organisasi. Meskipun begitu, massa mereka masih setia mendukung Milan di tribun khusus bagian selatan stadion San Siro bersama kelompok lain, dengan sebutan Curva Sud.[25].

[sunting] Basis pendukung di Indonesia

Milanisti Indonesia

Pada 16 Maret 2003, sebuah komunitas khusus pendukung Milan di Indonesia terbentuk. Komunitas itu bernama “Milanisti Indonesia“. Komunitas ini berawal dari milis oleh sesama pendukung dan akhirnya berlanjut sampai membentuk suatu organisasi. Saat ini Milanisti Indonesia sudah memiliki basis-basis di kota besar di Indonesia selain Jakarta. Diantaranya adalah Bandung, Yogyakarta, Cirebon, Bogor, dan Semarang. Saat ini, pemimpin sekaligus ketua dari Milanisti Indonesia adalah Filbert Barnabas.

[sunting] Nama

Tahun Nama Catatan
1899 – 1919 Milan C.F.C (Milan Cricket and Football Club)
1919 – 1938 Milan F.C (Milan Football Club)
1938 – 1945 A.C. Milano (Associazione Calcio Milano) “Milano” adalah ejaan untuk Milan dalam Italia
1938 - A.C. Milan (Associazione Calcio Milan) “Milan” adalah ejaan dalam Inggris, untuk menghormati Herbert Kilpin

[sunting] Himne Milan

AC Milan juga mempunyai himne yang biasa dinyanyikan pendukungnya saat Milan bertanding, berjudul “Milan, Milan!”,diciptakan oleh Tony Renis, pembuat lagu asal Italia. Lirik lagu itu adalah:

Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Camminiamo noi accanto ai nostri eroi
Sopra un campo verde sotto un cielo blu
Conquistate voi una stella in piã
A brillar per noi
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Oh… Una grande squadra
Sempre in festa olã¨
Oh…
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre per te
Con il milan nel cuore
Nel profondo dell’anima
Un vero amico sei
E insieme cantiamo
Milan milan solo con te
Milan milan sempre con te
Oh…
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Kami berjalan di samping pahlawan kita
Di lapangan hijau, di bawah langit biru
Anda memenangkan bintang utama
Bersinar untuk kita
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Oh… Sebuah tim besar
Juga dalam perayaan
Oh…
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu untuk Anda
Dengan AC Milan di hati
Di kedalaman jiwa
Seorang sahabat sejati Anda
Dan bersama-sama kami menyanyi
Milan milan hanya dengan Anda
Milan milan selalu bersama Anda
Oh…

[sunting] Tim rival

Sebagai tim tradisional dalam kompetisi Italia dan Eropa, Milan memiliki berbagai rival/pesaing, diantaranya adalah:

[sunting] Di Italia

Lambang Nama
Black and azure stripes Internazionale
Bendera Juventus Juventus F.C.
Bendera A.S. Roma A.S. Roma
Bendera Genoa C.F.C. Genoa C.F.C.
Bendera Fiorentina ACF Fiorentina
Bendera Atlanta B.C. Atlanta B.C.
Bendera Napoli S.S.C. Napoli
Bendera Sampdoria U.C. Sampdoria

[sunting] Di Eropa

Lambang Nama Negara
Bendera Manchester United F.C. Manchester United F.C. Bendera Inggris Inggris
Bendera Liverpool F.C. Liverpool F.C. Bendera Inggris Inggris
Bendera Arsenal F.C. Arsenal F.C. Bendera Inggris Inggris
Bendera FC Barcelona FC Barcelona Bendera Spanyol Spanyol
Bendera Real Madrid C.F. Real Madrid C.F. Bendera Spanyol Spanyol
Bendera Ajax Amsterdam Ajax Amsterdam Bendera Belanda Belanda

[sunting] Di luar Eropa

Selain dari Italia dan Eropa, Milan juga memiliki pesaing di tingkat dunia, meski tidak sebanyak di Italia atau Eropa:

Lambang Nama Negara
Bendera São Paulo F.C. São Paulo F.C. Bendera Brasil Brasil
Bendera Boca Juniors Boca Juniors Bendera Argentina Argentina

[sunting] Serba-serbi AC Milan di bidang keuangan

Seedorf dengan seragam Milan bersponsor bwin.com musim 2008/2009

Berdasarkan Deloitte Football Money League yang diterbitkan oleh konsultan Deloitte, di musim 2005/2006, Milan ada di peringkat kelima klub sepakbola dengan pendapatan terringgi di dunia dengan jumlah estimasi pendapatannya 233.7 juta Euro.[26] Saat ini, Milan menempati peringkat keenam dalam daftar Klub Sepakbola Terkaya Di Dunia oleh majalah Forbes, membuat Milan klub sepakbola Italia terkaya.[27]

Perusahaan judi online Austria, bwin.com adalah sponsor Milan yang terpampang di kaus saat ini, dengan kontrak empat tahun dimulai dari musim 2006/2007.[28] Sebelum bwin.com, sponsor Milan adalah Opel, perusahaan mobil asal Jerman. Opel mensponsori Milan selama 12 tahun, dan terpampang selama itu juga dengan logonya, namun, pada musim 2003/2004 dan 2005/2006 nama sponsor Opel di seragam Milan berubah, menjadi Meriva (2003/2004) dan Zafira (2005/2006), dua mobil produk mereka.

Seragam dan perlengkpan olahraga Milan saat ini disuplai dari perusahaan manufaktur olahraga Jerman, Adidas, yang kontraknya berakhir pada musim 2017/2018.[29] Kontrak ini membuat Adidas adalah manufaktur resmi semua seragam dan perlengkapan replika Milan. Sebelum Adidas, perusahaan olahraga Italia Lotto adalah manufaktur resmi seragam dan perlengkapan Milan. Tanggal 14 Januari 2008, Milan dan Adidas memperbaharui kontrak kerjasama sampai 30 Juni 2018. Berdasarkan kontrak, Adidas bertanggungjawab terhadap tiga franchise Milan: sponsor terhadap seragam, merchandise Milan, dan distribusi semua produk non-sepakbola Milan.[30]

[sunting] Superleague Formula

Milan juga mensponsori “AC Milan Superleague Formula”[31] dalam ajang balap mobil Superleague Formula (ajang balap mobil formula yang diponsori klub sepakbola, dan balapan sesuai nama klub yang mensponsorinya). Robert Doornbos yang balapan untuk Minardi dan Red Bull Racing di kejuaraan dunia Formula One, akan membalap untuk Milan.[32]. Doornbos memenangkan balapan pertamanya untuk tim di Superleague Formula Nürburgring 2008. Doornbos digantikan oleh juara GP2 series, Giorgio Pantano.[33] Penggantian ini menyebabkan Milan adalah peserta pertama yang memakai lebih dari satu pembalap. Di balapan pertama Giorgio, tim AC Milan mengalami masalah pada gearbox – saat pertandingan kualifikasi – yang menyebabkan ia terdampar di grid ke-16 saat balapan pertama. AC Milan memenangkan balapan kedua dari pembukaan musim 2009.

Aplikasi korek mesin bukan hanya berujung pada penggunaan motor di lintasan balap a.k.a Circuit, juga ga harus bikin motor wajib ngandang di bengkel mulu karena emang udah ga bisa dipake harian, dan terus menerus di riset untuk perkembangan dan maintenance. Yang satu ini korek mesin untuk Jupiter Z dipake ngampus oleh sang empunya.
Pinky Jupie...Pinky Jupie…

Korek harian bisa saja  dibatasi oleh rasio kompresi dan bahan-bakar yang akan dipakai, karena pilihan di pompa bensin cuma ada premium untuk kompresi 9 : 1 hingga pertamax plus yang kuat menahan kompresi 11:1, tapi untuk part lain bebas dan tidak ada aturan mau seberapa ekstreme hehehehee…

Piston KAZEPiston KAZE

Seperti yamaha jupiter z yang satu ini, modif pertama yang disasar adalah meningkatkan kapasitas mesin dari 110cc menjadi 129cc yang ditempuh dengan cara menebus piston Kawasaki Kaze oversize 1.75. Agar masih dapat digunakan sehari-hari maka liner bawaan pabrik pun dilengserkan dan diganti dengan boring milik Kawasaki Kaze, hanya saja panjangnya perlu disesuaikan dengan milik Jupiter Z.

Kelar menata rasio kompresi, maka selanjutnya menyasar pada diameter porting intake yang reamer sebesar 22mm agar mampu diajak berlari penuh tenaga di putaran mesin 10,000 RPM. Noken As pun tak luput menjadi sasaran modifikasi, dijadikanlah noken as racing jupiter z dengan durasi ditentukan 282 derajat dengan lift 8.1mm untuk intake dan 7.9mm untuk exhaust.

Noken As papasanNoken As papasan

Knalpot menebus punya bang Asep Hendro dari AHRS Factory tipe lama, CDI cukup mengandalkan CDI Digital Varro. Sebagai pengunci ubahan modifikasi dipilihlah karburator KOSO 28mm untuk mendampingi keseharian kuliah. Kalau diselah, duh bunyinya bikin ribut satu kampung huekkehheueukeek… :)

Knalpot Asep euuyyy..Knalpot Asep euuyyy..

Sebagai pendukung penampilan cover body dilengserkan dan diganti labur warna pink -kesannya Gay banget ya hehehehheh sorry bro no offense- katanya biar keliatan centil motornya tapi begitu di gas Garang! Yaaahhh… mirip si Susy yang imut dan centil tapi kalo lagi marah bisa jadi Susilo! Huakakakakakak

Pokoknya tetap sehat tetap semangat biar bisa Gas Polll…!!!

Spesifikasi teknis : Porting inlet 22 mm , porting exhaust 20mm, Piston Kawasaki Kaze, Klep inlet dan exhaust Honda Legenda, Camshaft Vega papasan, Rocker arm Vega Lama, Pir Klep Suzuki Shogun, knalpot AHRS dimodif ulang, kampas kopling Honda Grand, pir kopling Yamaha RX-King.

R.A.T MOTORSPORT

.: house of performance :.

Tropodo Indah Blok N no26-28

Waru – Sidoarjo

085645577007

mail us : dragswega201@yahoo.com

be friend of us at facebook : swega rat, indra matamera, wawan rat

Beberapa kelebihan FU 150 cc

f150_01.jpg

Mengacu dari postingan sebelumnya yaitu tentang kerkurangan kekurangan yang ada di motor sport Suzuki Satria FU 150 cc. kini gw coba mengulas kelebihan kelebihan Motor Sport Suzuki Satria FU 150 cc dengan bahasa umum (bukan dengan bahasa teknis mesin yaa. soalnya gw gak terlalu ngerti bahasa tentang teknis mesin…)
kelebihan kelebihan suzuki FU antara lain :

1. Body nya yang sporty bikin yang gak ngerti modif gak perlu repot modif buat bikin motor nya jadi lebih sporty.
2. nama besar FU dan karisma FU yang membuat kita lebih gagah dan mempunyai karismatik ketika di jalan raya.
3. motor yang jarang di pake buat tukang ngojek.. (setidaknya.. walaupun sering ngebonceng . gak akan di cap sebagai tukang ojek.. )
4. Sodokan nya panjang banget … (weitss.. jgn ngeres dulu), maksudnya kalo FU nyodok gak ada abis nya tuh, 3 gigi cukup buat 500 mtr :p
5. Yang pasti diseganin ama anak2 underground yg suara knalpot nya brisik2 dan bawa ugal2an kalo FU masuk lgs dah bawa nya pada manis2 :D
6. Sering dikejar2 ama motor2 CC gede maupun kecil karena penasaran mo nyoba lari bareng FU :D biasanya sih yg paling sering motor komeng wakakak gak bakal menang lawan FU :D (weitss.. no offense bro.. )
7. Modis & Stylis gak perlu modif udah oke dan sangar, mo kenceng ksh PE-28 aja udah cukup buat harian.
8. Enak diajak rebah & nikung, jadi bisa bikin motor laen iri dan coba2 mo reba juga hehehehe
9. Kelebihan lainnya, spare part ma aksesories nya gak ada yg murah, ini bisa dibanggakan :D (motor mahal coy, sayapnya aja mahal)
10. Partnya masih bisa dikanibal seperti kampas rem dsb, apalagi karbunya bisa pake punya RX-king ato NSR SP
11. Tidak capek dikendarai karena enteng, apalagi kalau jok sudah dipapas.
12. Mudah nyelip2 klo jalanan macet.
13. Klo parkir masih sering diliatin orang2 (emang ada yg salah ama nih motor)
14. Yang terakhir … nih motor paling gak betah kalo liat pom bensin hehehehe bawaan nya mo belok aja gak perduli pertamina maupun shell :D

beberapa kekurangan satria FU 150

satria-black.jpg
Beberapa kekurangan Motor Satria FU 150. gw sadur dari milis. Tapi selama ini sih belum kerasa.. banget.. soalnya motor FU gw belum ampe setahun.. :D

1. Transmisi gigi kurang enak ( koplingnya gampang seret )

2. cakram belakang kadang2 bunyi

3. tensioner keteng gampang kendor ( jadi bunyi gitu )

4. Boros..

5. Ban belakang boros (cepet botak)

6. Suka nembak2 knalpotnya..-.

7. Kalo ujan gampang mati mesinnya..

8. Rante cepet kendor (jadi brisik bunyi dari rante motor)

9. Yang bonceng gampang pegel, solae joknya kecil banget..

10. Klaher depan blakang dah dua kali ganti ..

11. Lampu yang kurang terang

12. Standar Kit motor karetnya gampang putus, plastik tempat naro2 koncinya

13. Lampu rem blakang dah putus sekali, nggak tau penyebabnya.

14. kaca spion kualitasnya mengecewakan.-. dah pada bodas kacanya di umur 2
bulan.

15. kalo lewat kubangan air pasti airnya nyiprat kemana2.. so lutut kebawah pasti belepotan…

16. ga bisa bawa barang bawaan… terpaksa harus pake tas ransel.. so encok makin ngilu2…

17. tangki bensin kekecilan…

masih ada yang mau nambahin ???

tapi selama ini gw tetep cinta ma Satria FU gw dengan segala kekurangan dan kelebihannya.
oo.,iya.  satu lagi kekurangan FU yaitu … gw jadi tambah ganteng semenjak bawa motor satria FU ini .. hahaha … (LOL) …

Sumber :Suzuki Indonesia

Spesifikasi :

DIMENSI
Panjang Keseluruhan mm 1.945
Lebar Keseluruhan mm 652
Tinggi Keseluruhan mm 941
Jarak Antara As Roda mm 1.280
Jarak Mesin ke Tanah mm 95
Berat Kendaraan kg 95
Tinggi Tempat Duduk mm 764
MESIN
Jenis 4-Tak, DOHC, Berpendingin Udara SACS, 4-katup
Jumlah Silinder 1 (satu)
Diameter Silinder mm 62
Langkah Piston mm 48,8
Kapasitas Silinder cm3 147,3
Perbandingan Kompresi 10,2 : 1
Daya Maksimum rpm 16 Ps/9.500
Torsi Maksimum Kgm/rpm 1,27/8,500
Karburator MIKUNI BS 26 – 187
Saringan Udara Jenis Kertas
Sistem Starter Kaki
Sistem Pelumasan Perendaman Oli
TRANSMISI
Kopling Manual plat majemuk tipe basah
Transmisi 6 Percepatan
Arah Perpindahan Gigi 1 Ke bawah, 5 Ke atas
Rantai Penggerak DID 428 DS, 122 mata
RANGKA
Suspensi Depan Teleskopik, pegas spiral, bantalan oli
Suspensi Belakang Lengan ayun, pegas spiral, bantalan oli
Sudut Kemudi 45o (Kanan dan Kiri)
Radius Putar m 2
Rem Depan / Rem Belakang Cakram / Cakram
Ukuran Roda Depan 70/90 – 17 38S
Ukuran Roda Belakang 80/90 – 17 44S
SISTEM LISTRIK
Sistem Pengapian CDI
Busi NGK CR8E atau DENSO U24ESR-N
Accu 12 Volt 2,5 Ah 10 HR
Kapasitas :
Tangki Bahan Bakar L 4,9
Dengan penggantian saringan oli ml 1,100
Oli Mesin ml 1000
 

Hello world!

Filed under: Uncategorized — kinandana @ 7:39 am

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

 

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.